Sering Dianggap Gulma, Ada Manfaat Daun Sintrong Untuk Kesehatan

Manfaat Daun Sintrong
Gambar Bunga dan daun sintrong Crassocephalum crepidioides – Sumber: Google.com

Manfaat Daun Sintrong | Negara Indonesia dari dulu terkenal kaya akan flora yang bermanfaat sebagai obat, baik itu tanaman yang hidup secara liar maupun yang sengaja ditanam, sehingga mudah bagi masyarakat untuk
mendapatkan tumbuhan yang bermanfaat obat tersebuttersebut. Dalam memanfaatkan tumbuhan yang berkhasiat sebagai obat ini, masyarakat menggunakannya berdasarkan pengalaman turun temurun yang diwariskan nenek moyangnya dan sampai saat ini masih diyakininya. Ratusan jenis spesies tanaman telah dipercaya berkhasiat untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Salah satunya adalah manfaat daun sintrong yang baik bagi kesehatan tubuh.

Meluasnya penggunaan obat obatan dari tumbuhan disebabkan karena lebih aman untuk dikonsumsi dengan efek samping yang lebih kecil dibandingkan obat obatan buatan. Penggunaan obat tradisional dengan menggunakan daun sintrong telah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak dulu kala, dan diwariskan secara turun temurun serta proses pengolahannya yang sederhana.

Tanaman sintrong termasuk dalam semak belukar atau perdu yang biasanya tumbuh liar didaerah tropis maupun subtropis, walaupun dianggap sebagai tumbuhan gulma diantara tumbuhan holtikultura, tapi jangan salah karena tumbuhan sintrong mempunyai banyak khasiat untuk mengobati berbagai penyakit.

Apa Itu Daun Sintrong

Daun sintrong berasal dari tanaman yang memiliki nama latin Crassocephalum crepidioides adalah sejenis tumbuhan suku Compositae, selain dapat dimakan sebagai lalapan ternyata banyak manfaat sintrong terutama bagian daunnya untuk mengobati berbagai jenis penyakit.

Awalnya tanaman sintrong berasal dari Afrika tropis kini telah menyebar keseluruh daerah tropis di Asia, salah satunya di Indonesia. Tumbuhan ini di Indonesia berupa gulma dijumpai pertama kali di sekitar Medan pada tahun 1926 dan kemudian menyebar keseluruh Nusantara.

Sintrong memiliki bau yang kurang sedap yang mungkin disebabkan oleh kandungan senyawa di dalamnya. Tumbuhan sintrong sering dijumpai di tanah tanah terlantar yang subur, tepi sungai, tepi jalan, kebun kebun teh dan kina, dan umumya dapat kita temui bagian yang lembab hingga ketinggian 2.500 m diatas permukaan laut.

Dikutip dari penelitian Hidayat dan Napitupulu 2015 Sintrong merupakan lalap yang digemari di Jawa Barat, di Afrika selain dimanfaatkan sebagai sayuran, daun sintrong juga digunakan sebagai bahan obat tradisional, di antaranya untuk mengatasi gangguan perut, sakit kepala, dan luka.

Ciri Ciri Tanaman Sintrong

1. Ciri Ciri Batang Sintrong

Ciri dari batang tanaman sintrong adalah batangnya yang tegak, sedikit berair, dan merupakan tumbuhan herba tahunan dengan tinggi mencapai 100 hingga 180 cm. batangnya sedikit besar, dengan tekstur halus, bergaris dan bercabang.

2. Ciri Ciri Daun Sintrong

Daun sintrong berbentuk spiral dan menyirip, tidak memiliki stipula, daun yang lebih rendah memiliki tangkai daun yang lebih pendek, sedangkan daun dan pada bagian atas tidak memiliki tangkai. Helai daun berbentuk elips hingga lonjong dengan panjang antara 6 hingga 18 cm dengan lebar 2 hingga 5,5 cm, pada daunnya juga terdapat halus.

3. Ciri Ciri Bunga Sintrong

Setelah membahas ciri daunnya, sekarang adalah ciri dari bunga tanaman sintrong, dimana bunganya berbentuk silinder dengan panjang 13 hingga 16 mm dan lebar 5 sampai 6 mm yang tersusun atas banyak bunga membentuk seperti cawan. Mahkota bunga berwarna orang atau merah , berjumlah 5 dengan dasar yang menyatu membentuk tabung

Klasifikasi Tanaman Sintrong

Tumbuhan sintrong dengan nama latin Crassocephalum crepidioides memiliki Taksonomi sebagai berikut:

  • Kingdom : Plantae
  • Divisio : Spermatophyta
  • Sub Divisio : Angiospermae
  • Kelas : Dicotyledonae
  • Ordo : Asterales
  • Famili : Asteraceae
  • Genus : Crassocephalum
  • Spesies : Crassocephalum crepidioides.

Kandungan Senyawa Daun Sintrong

Dalam daun sintrong terkandung beberapa senyawa yang baik bagi kesehatan, diantaranya:

  • flavonoid
  • saponin
  • tanin
  • steroid
  • polifenol
  • Fenolik.

Manfaat Daun Sintrong Menurut Beberapa Penelitian

1. Grubben dan Denton 2004

Didaerah asalnya, yakni benua Afrika, daun sintrong tidak hanya dikonsumsi sebagai makanan tetapi juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk mengatasi gangguan perut, luka, sakit kepala, dan gatal gatal.

2. Adjatin 2013

Dikutip dari penelitian Adjatin daun sintrong atau nama latinnya Crassocephalum crepidioides digunakan sebagai nutraceutikal dan juga dipercaya bisa mengobati berbagai macam penyakit, seperti untuk mengatasi gangguan pencernaan, sakit kepala, sakit perut, mengobati luka bekas bisul, antelmentik, antiinflamasi atau antiperadangan, antidiabetes, dan antimalaria

Manfaat Daun Sintrong Untuk Kesehatan

Pada umumnya, daun sintrong dimanfaatkan sebagai lalapan dan bahan baku sabun karena aktivitas antibakteri didalamnya, namun selain manfaat tersebut, ada beberapa khasiat daun sintrong, diantaranya:

1. Membasmi Bakteri Merugikan

Salah satu hal yang paling penting dalam kehidupan adalah kebersihan. Anda sendiri sudah mengetahui bahwa jika kebersihan tubuh tidak dijaga dengan baik akan menimbulkan berbagai penyakit kulit yang diakibatkan oleh bakteri.

Untuk mengatasi masalah tersebut, umumnya seseorang akan menggunakan sabun, namun sabun sering kali menggunakan bahan sintetik dan bahan aktif, bahan tersebut bagi sebagian orang akan menyebabkan iritasi kulit. Untuk mengakalinya anda dapat memanfaatkan daun sintrong.

Manfaat daun sintrong dalam membasmi bakteri disebabkan karena kandungan beberapa senyawa didalamnya, seperti polifenol flavonoid, steroid dan monoterpenoid, dimana senyawa sekuiterpenoid dan kuinon memiliki aktivitas sebagai antibakteri.

Selain itu cara kerja kandungan flavonoid dan saponin dalam daun sintrong yang berguna sebagai antibakteri menrut Pangestu 2017 adalah saponin dapat mengganggu permeabilitas sel yang menyebabkansenyawa intraseluler seperti sitoplasma akan keluar danmengakibatkan kematian sel. Flavonoid sebagai anti bakteri dengan cara mendenaturasi protein sel bakteri sehingga membran sel mengalami kerusakan.

2. Menjaga Kesehatan Saluran Pencernaan

Dalam pencernaan bisa saja terinfeksi bakteri yang merugikan, salah satunya adalah bakteri Eserichia Coli atau E.coli, Dikutip dari Jawetz dkk 2001, bakteri E.coli merupakan salah satu enterobakteriaceae yaitu kelompok besar gram negatif pada saluran pencernaan. Beberapa penyakit infeksi yang ditimbulkan dari bakteri tersebut seperti infeksi saluran kemih, diare dan sepsis.

Jika sudah terinfeksi bakteri tersebut, maka seseorang akan mengalami diare yang berkepanjangan, untuk mengatasinya, anda dapat menggunakan daun sintrong, manfaat daun sintrong sebagai antibakteri seperti yang telah kami jelaskan diatas, membuatnya memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan dari bakteri E.Coli.

3. Mencegah ISPA

ISPA atau atau infeksi saluran pernafasan akut merupakan sebuah infeksi yang dapat berlangsung sampai 14 hari pada saluran nafas. Penularan ISPA dapat melalui air liur, bersin, udara yang mengandung kuman dan darah.

Penyakit ISPA yang umumnya diderita masyarakat adalah pneumonia, salah satu penyebab pneumonia adalah bakteri, meliputi bakteri gram positif seperti Staphylococus aureus dan bakteri gram negatif seperti pseudomonas aeruginosa. Orang pada umumnya menggunakan antibiotik sintetik untuk mengobati ISPA, walaupun dapat mengobati ISPA dengan cepat, tapi dapat menyebabkan resistensi bakteri terhadap antibiotik.

Untuk mencegah ISPA menyerang tubuh yang diakibatkan oleh bakteri, anda dapat memanfaatkan daun sintrong, dimana aktivitas antibakteri dari daun sintrong telah terbukti dapat membasmi bakteri Staphylococus aureus.

Hal senada diungkapkan oleh penelitian yang dilakukan oleh Maimunah dkk 2020, dimana Ekstrak daun sintrong mempunyai aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi efektif yakni ekstrak sintrong 10% memiliki kemampuan menghambat bakteri sebesar 6,5 mm.

4. Antioksidan Alami

Manfaat daun sintrong yang selanjutnya yakni didalam daun sintrong terkandung beberapa senyawa seperti flavonoid dan fenolik yang berkhasiat sebagai antioksidan alami, antioksidan tersebut bermanfaat untuk mencegah radikal bebas.

Khasiat daun sintrong juga dapat mencegah dan mengurangi sel sel kanker, Flavonoid dan polifenol mampu bertindak sebagai antioksidan yang berfungsi untuk menetralisir radikal bebas sehingga dapat meminimalkan efek kerusakan pada sel sel serta jaringan tubuh.

Khasiat daun sintrong sebagai antioksidan telah dibuktikan oleh penelitian Pasilala dkk 2016, dimana Berdasarkan hasil uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH fraksi yang paling baik digunakan sebagai antioksidan adalah fraksi etil asetat dengan nilai IC50 sebesar 82.89003 ppm.

5. Mengurangi Nyeri

Manfaat daun sintrong juga dapat berperan untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan rasa nyeri pada tubuh, hal tersebut terjadi karena kandungan senyawa didalamnya yang berperan sebagai analgetik dan antipiretik, sehingga rasa nyeri dalam tubuh berkurang.

Manfaat Daun Sintrong yang Lainnya

  • Antiperadangan

  • Antielmentik

  • Antidiabetas

  • Mencegah Malaria

  • Mengobati Sakit Kepala

  • Mengatasi Gangguan Perut

Manfaat Daun Sintrong Untuk Kecantikan

1. Mencegah dan Mengobati Bisul Serta Jerawat

Bisul atau dalam istilah kedokteran disebut furunkel adalah pembengkakan yang disebabkan oleh infeksi kulit oleh bakteri. Bisul ditandai bengkak, memerah dan kemudian dapat berisi cairan nanah. Penyebab bisul salah satunya adalah kurangnya menjaga kebersihan diri sehingga bakteri dapat dengan mudah untuk berkembang.

Baca Juga : Manfaat bunga kenanga

Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi pada bisul adanya bakteri gram positif yaitu Staphylococcus aureus. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan jenis bakteri dengan bentuk bulat bergerombol. Bakteri ini dapat menyebabkan bermacam macam infeksi pada saluran pernapasan. Dikulit manusia, bakteri tersebut dapat menyebabkan munculnya bisul dan jerawat.

Bakteri penyebab bisul tersebut dapat dicegah dengan daun sintrong karena sifatnya sebagai antibakteri, maka dari itu ada manfaat daun sintrong untuk bisul.

Pernyataan diatas telah dibuktikan oleh penelitian Lestari dkk 2015, dimana ekstrak etanol daun sintrong memiliki aktivitas antibakteri dengan nilai KHM terhadap S. aureus sebesar 8% b/v yang setara dengan 11,913 µg/ml tetrasiklin HCl.

2. Bahan Baku Shampo dan Sabun

Manfaat tanaman sintong yang paling umum adalah sebagai antibakteri, hal tersebut karena terdapat beberapa senyawa seperti saponin yang berperan sebagai antibakteri, maka dari itu, banyak orang yang memanfaaatkan tanaman sintrong sebagai bahan baku dalam pembuatan sabun dan shampo.

Itulah beberapa manfaat daun sintrong bagi kesehatan dan kecantikan karena kandungan senyawa yang ada didalamnya baik untuk kesehatan, siapa sangka, tanaman yang kita anggap sebagai gulma, ternyata memiliki banyak khasiat bagi tubuh, seperti manfaat rumput belulang.

Perlu diingat, dalam mengonsumsi tanaman tersebut jangan terlalu sering, karena belum banyak penelitian yang berkaitan dengan efek samping daun sintrong, alangkah baiknya kita berhati hati.

Tinggalkan komentar